“Ddangkoma dream”

Yesung menatap dalam sebuah aquarium. Dia menatap seekor kura-kura yang ada di hadapannya. Matanya menandakan sesuatu ketidak senangan sesekali dia menunduk dan berpikir, dia harap keputusan ini adalah keputusan yang baik baginya dan kura-kura itu.

Yesung berjalan keluar kamarnya lalu menutup pintu kamarnya, bersandar pada pintu tersebut.
“Hyung” yesung menoleh ke suara yang memanggilnya “Eh Jongjin, waeyo?” tanya yesung sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. “Ani, hanya saja, aku rasa lebih baik hyung membatalkan keputusan hyung” pinta jongjin, dongsaeng Yesung. Yesung menggeleng “Tapi ini juga demi kebaikannya, dia sudah terlalu besar. Sudah waktunya dia berpindah tempat ke yang lebih layak untuknya” ujar Yesung lirih, Jongjin menepuk pundak Yesung.
“Terserah hyung saja” ucapnya.

~~~
Yesung’s POV

Aku berjalan keluar apartementku, tentunya dengan penyamaran yang lengkap. Niatku kini adalah untuk pergi ke dorm
kami, dorm Super Junior yang kebetulan tak jauh dari apartementku. Segera aku memasuki lift dan menekan tombol 12.

Kuketuk pintu dorm kami saat aku sudah sampai. Pintu terbuka, terlihat Heechul hyung berdiri di depanku dengan muka sedikit di tekuk. “Oh Jong Woon, masuklah!” suruhnya. Akupun segera masuk ke dorm. Disana terlihat Leeteuk hyung yang sedang menonton acara live musik di salah satu stasiun tv swasta.
“Woa… Jong woon” kagetnya. aku hanya tersenyum lalu duduk di sofa dorm kami. Teuk hyung dan Chul hyung sedang asyik dengan televisi sambil memakan popcorn. Sedangkan aku hanya menyaksikan mereka.

“Hyung” aku berkata lemas pada kedua hyungku itu, membubarkan tontonan asyik mereka. Mereka menoleh “Mwo???”

tanya mereka bersamaan. Leeteuk hyung yang mungkin melihat gelagatku yang sedikit aneh ini menghampiriku.

” Gwenchanayo? kau ada masalah?” tanyanya sok perhatian. Aku tidak menjawab.

“Ya! Kim Jong Woon kau mau bilang apa? ish, mengganggu saja” seru Heechul hyung sinis. Aku menatap mereka berdua

dengan tatapan serius, merekapun juga menatapku begitu.

“Aku akan —menyumbangkan Ddangkoma—”  kataku pelan. Heechul dan Leeteuk hyung terdiam. Bahkan dengan

segera Heechul hyung segera membalikkan badannya untuk menonton tv lagi dan mengunyah popcorn. Sedangkan

Leeteuk hyung hanya berkata “Oh!” dan kembali menonton tv, seakan tidak memperdulikan diriku yang sedang galau ini.

Baiklah, intinya jangan cerita ke dua manusia ini. Mereka sama sekali tidak membantu -.-

Akupun pergi meninggalkan mereka. Kini aku berjalan di tengah keramaian kota seoul. Dijalan, aku berhenti tepat di

depan toko hewan. Hatikupun seakan terpanggil untuk masuk ke dalam toko tersebut. Disana aku menemukan banyak

sekali macam-macam binatang dari hamster sampai anjing. Dan tiba-tiba juga, hatiku kini terpanah pada seekor puppy

yang menatapku manis. “Kyeopta” batinku senang. Tanpa pikir panjang lagi akupun segera bergegas unutk membelinya.
“Annyeong” sapa si pemilik toko.
“Annyeong” balasku.
“Mau membelinya tuan? dia baru berusia 70 hari, jenis pomeranian dan dia perempuan^^” kata si penjual toko, Akupun

mengangguk.

Yesung’s POV End
~~~

Jongjin membuka pintu apartementnya, dia kaget saat melihat Yesung didepannya dengan wajah sumringah, berbeda saat

tadi dia keluar dari apartement ini.
“Apa itu?” tanya Jongjin penasaran saat dia melihat sekantung tas yang dibawa Yesung. Yesung tersenyum alanya

“Biarkan aku masuk dulu”
Dua bersaudara itu masuk ke dalam apartement mereka. Yesung segera meletakkan tas yang dibawanya tadi lalu

membukanya secara perlahan. Hana… Dul… Set…
Perlahan keluarlah seekor binatang kecil nan imut berwarna hitam sambil menggoyang-goyangkan ekornya.  Melihat

hewan itu, kedua bersaudara kini terlihat senang.
“Hyung, Kyeopta”  kata Jongjin gemas, Yesung manggut-manggut.
“Pomeranian, perempuan, dan umurnya baru 70 hari” Jelas Yesung. “Neomu neomu kyeopta^^” seru Jongjin kembali.
“Eh” Jongjin menatap Yesung perlahan.
“Waeyo?” tanya Yesung.

“Hyung sudah memberinya nama?” tanya Jongjin balik dan langsung menepuk jidatnya yang lebar itu -.-v
“Haha, Belum” jawab Yesung singkat. “Kalau begitu cepat pikirkan nama untuk si kyeopta ini” Suasana hening sesaat.

Yesung tampak sedang berpikir keras. beberapa menit kemudian yesung menepuk tangannya tanda dia mempunyai sebuah ide.

“Bagaimana kalau Kkoming?” seru Yesung, meminta pendapat pada dongsaengnya itu. “Kkoming?” tanya Jongjin agak ragu. “Nde, Kkoming. Gabungan dari Ddangkoma, Ddangkomi dan Ddangkomaeng” balasnya.
“jadi K dari Ddangkoma, KOMI daari Ddangkomi dan NG dari Ddangkomaeng” sambung Yesung menjelaskan. “Bagus
tidak?” tanya Yesung lagi, Jongjin hanya manggut-manggut sambil masih terus memandangi Kkoming, keluarga baru mereka.

~~~
Ddangkoma’s POV

Aku terdiam di dalam aquariumku bersama Komi dan Komaeng. Hanya saja Komi dan Komaeng sedang di dunia mereka sendiri, mengobrol tanpa henti. Tentunya dalam bahasa kura-kura yang manusia tidak akan pernah mengerti. Aku hanya menatap kaca yang menembus pintu kamar Yesung oppa, berharap dia akan segera membukakan pintu itu dan bermain bersama kami. Baru saja aku membayangkan, hal itu terjadi. Yesung oppa keluar dari balik pintu tersebut. Aku sangat senang saat melihat Yesung oppa masuk, tapi
“HA? NUGUYA?” teriakku mengagetkan Komi dan Komaeng. Mereka segera menghampiriku. “Unnie, gwenchana?” tanya mereka bersamaan. Aku hanya cemberut sambil terus mengawasi Yesung oppa.
“Ya!!! nan nuguseyo?” Seru Komaeng. Komi menoleh dan melihat Yesung oppa “Mworago? se- seekor— anjing?” kagetnya tidak percaya.

Aku menerawang ke arah mereka lagi, hatiku kini kacau. Kesimpulannya, Yesung oppa akan membagi lagi  kasih sayangnya kepadaku. Dan ini unutk yang ke tiga kalinya, hem tiga kalinya. setelah Komi, Komaeng dan sekarang si hitam buruk rupa itu!

Yesung oppa menghampiri aquarium kami, lalu mengeluarkan kami dari dalam aquarium satu-persatu.
“Annyeong haseyo— choneun Kkoming imnida” kata Yesung oppa menirukan suara seorang gadis lalu melambai-lambaikan tangan anjing itu.  Mendengarnya kami memasang muka “Tidak ada kata selamat datang untukmu” untuk si anjing itu.

“Ah, Kkoming perkenalkan mereka adalah keluarga barumu, mereka adalah Ddang sisters. Yang paling besar ini namanya Ddangkoma lalu disebelahnya Ddangkomi dan ini Ddangkomaeng” kata Yesung oppa pada anjing kecil yang terlihat pemalas itu.

“Akurlah pada Kkoming, bagaimanpun sekarang dia sudah menjadi bagian dari keluarga besar kita. Arrachi? Hehe” sambungnya yang dibarengi dengan senyuman khasnya itu. Lagi-lagi senyuman itu membuatku leleh, aku sudah tidak peduli semakin banyakkah dia membagi kasih sayangnya padaku tapi yang terpenting melihat senyumannya saja kurasa itu sudah cukup.

Ddangkoma’s POV End

~~~
Yesung mengambil Iphone miliknya dan segera memphoto dirinya bersama Kkoming. Hasil dari jepretannya langsung ia upload lewat twitter sekalian pamer bahwa ia memiliki peliharaan baru. Kkoming si anjing hitam manis-.-

“Aku iri” saut Komi di aquarium Ddang sisters berada ketika melihat pemandangan antara Yesung dan Kkoming. Komaeng yang berada di samping Komi daritadi juga mengiyakan.
“Seumur-umur Yesung oppa tidak pernah menggendongku seperti itu” sambung Komi kesal. “T.T” Komaeng hanya terdiam mendengarkan.
“Si hitam itu kelihatannya lebih baik dan menggemaskan daripada kita kura-kura yang hanya bisa berkedip di depan manusia” tambahnya masih kesal. Diapun meninggalkan Komaeng dan masuk ke salah satu rumah mainan di aquarium Ddang sisters. Komaeng masih terdiam pada tempatnya sambil terus melihat Yesung oppa yang sedang asyik-asyiknya bersama Kkoming.

~~~
Jongjin terduduk di tepi kasur Yesung dan sedang bermain bersama Kkoming. Ia lalu meletakkan Kkoming ke lantai dan berjalan di arah aquarium dimana Ddang sisters berada. Melihatnya sekilas lalu segera mengeluarkan Ddang sisters dari aquariumnya. Jongjin memanyunkan bibirnya saat mengelus-elus tempurung Ddangkoma. Ddangkoma yang diperlakukan seperti itu hanya dapat pasrah, bagaimana tidak? dia hanya seekor kura-kura yang tak dapat melawan ataupun berkata “Please deh, nggak usah pegang-pegang-.-”

Jongjin memelaskan wajahnya ketika menatap Ddangkoma. Hanya Ddangkoma, bukan yang lain. Dia berhenti mengelus tempurung Ddangkoma lalu mengambil nafas dan membuangnya dengan berat.
“Haaaahh… Ddangkoma aku pasti akan meriindukanmu” ucap Jongjin yang mebuat Ddangkoma sedikit curiga, karena tidak ada angin tidak ada hujan Jongjin tiba-tiba berkata seperti itu pada Koma. Padahal setiap hari dia hanya tinggal datang ke kamar Yesung dan melihat Ddangkoma di aquarium Ddang sisters. Kecuali jika—-

“Aku sendiri juga kasihan pada Yesung Hyung, jika benar dia akan mendonasikanmu, dia pasti aka merasa kehilangan. hem…” Ddangkoma membelalakkan matanya tidak percaya dengan pernyataan Jongjin barusan. Apa maksudnya dengan –Didonasikan— yang pasti kata tersebut akan membuat Ddangkoma jauh dari Yesung. Kini Ddangkoma berpikir seandainya dia menjadi manusia saat itu juga dia akan segera berkata “Tidak” lalu berlari memeluk Yesung dan tak ingin melepasnya.

“Untuk kenang-kenangan bagaimana kalau kita berphoto bersama?” tawar Jongjin.

“Kalian semua ditambah dengan boneka kura-kura milik Kkoming” seru jongjin kegirangan. “Aigooo… pasti akan sangat kyeopta” Jongjinpun segera mengambil IPhone miliknya dan melancarkan aksi yang telah dia rencanakan. Ddangkoma sendiri sekarang dia sedang bingung, apakah ini jalannya untuk berpisah dengan Komi, Komaeng, Umma Yesung, Appa Yesung, Jongjin, dan Yesung?. Komi dan Komaeng sendiri tidak tahu harus berbuat apa untuk unnie mereka itu.

“Yesung hyung!” Jongjin berlari menghampiri Yesung yang baru saja selesai melaksanakan jadwalnya sebagai salah satu  member Super Junior. “Hya… aku pulang” ujar yesung lemas.
“Mandi dulu, umma sudah menyiapkan makanan kesukaanmu di meja makan” Seru umma Yesung. Yesung mengiyakan dengan raut muka sedikit malas. Jongjin segera mendorong tubuh Yesung untuk masuk ke kamar mandi “Palliwa…” serunya “Ah ye ye bawel!” balas Yesung.

Setelah mandi Yesung segera masuk ke kamarnya hanya sekedar mengganti baju. Siang ini benar-benar terlalu panas baginya. Makanya mandi itu benar-benar berkhasiat untuk menyegarkan badan sekaligus pikiran.

“Hyung!” Jongjin masuk ke kamar Yesung sambil membawa sepiring makanan dan air putih untuk Yesung dan diletakkannya di meja.
“Gomawo” Kata Yesung dengan segera melahap makanan yang telah dibawakan Jongjin tadi.
“Kkoming masih tidur ya? aishh… dia benar-benar pemalas, dari kemarin kerjaannya hanya tidur saja. Padahal aku ingin mengajaknya bermain” seru Yesung disela-sela makannya.
“Mianhamnida hyung ah, tadi aku mengajaknya bermain bersama Ddang sisters. Sekarang dia pasti kelelahan”
“Eh? tidak perlu minta maaf, aku justru berterimakasih padamu. kau selalu mengajak mereka bermain disaat aku tidak ada di rumah atau sedang sibuk. Jeongmal gomawo dongsaeng”
“Hehe, tadi aku juga memotret mereka dan ku upload di twitterku” saut Jongjin girang.
“Jinja? Coba lihat” Yesung segera menyelesaikan makanannya. “Owuuu… ini lucu ini lucu” Ujarnya kegirangan. “Aku juga ingin menguploadnya” Kata Yesung datar dan Segera memencet layar touchscreen Iphonenya itu.

“Hyung” Panggil Jongjin lagi. “ck.. ada pa lagi?” kata yesung merasa di ganggu saat ia sedang asyik mengupload gambar Ddang sisters feat Kkoming ke twitternya.
“Jadi kapan hyung akan bena-benar mendonasikannya”  Tanya Jongjin dan langsung membuat Yesung membeku sesaat.
“Sepertinya hyung memang belum rela melepaskannya bukan?!” ujar jongjin lagi
“Lebih baik hyu”
“–Lusa–” Sela yesung. Jongjin menatap ke arah Yesung serius. ” sudah kupastikan besok lusa dia sudah berada di tangan majikannya yang baru” kata yesung mantap.
“Tapi hyung” saut Jongjin.
“Jongjin, dia sudah terlalu besar, sudah seharusnya dia mendapatkan perawatan yang lebih baik dan maksimal.

Setidaknya majikan barunya itu tidak akan seperti aku yang selau meninggalkannya karena sibuk. Aku masih dapat membawa Komi atau Komaeng saat aku ingin pergi ke sana kemari tapi untuk Ddangkoma, dia sudah sebesar itu” Terang yesung. Jongjin melihat suatu keputusan dan kerelaan dari wajah Yesung. Ketulusan untuk menempatkan Ddangkoma ke tempat yang lebih baik dan kerelaan untuk melepaskan Ddangkoma untuk dirawat orang lain.
Ddangkoma yang berada dalam aquarium Ddang sisters tersebut mendengar percakapan dari Yesung dan Jongjin. Dia hanya dapat tersenyum miris. “Jadi begitu alasanmu”

~~~
Yesung’s POV

Aku masuk ke dorm ku, disana sudah terliahat Leeteuk hyung yang sudah siap. Malam ini kami akan menjadi penyiar radio di Sukira.
“Sudah siap?” tanya manager kami. Aku dan Leeteuk hyung mengangguk bersamaan. Kami masuk ke van yang dikemudikan oleh manager hyung. Aku duduk di jok belakang dan teuk hyung duduk disampingku.
“hyung…” panggilku. dia menoleh “hem?” balasnya singkat.
“Malam ini, bolehkan aku mengumumkan sesuatu di sukira?” tanyaku pada Leeteuk hyung. “Mau mengumumkan apa?” tanya balik Leeteuk hyung.
“Aku benar-benar akan mendonasikan Ddangkoma besok” jawabku sok tegar. “aish.. jangan lagi” keluh teuk hyung.
“Aniya… aku serius”

Sepulang dari sukira aku menutup pintu kamarku pelan, jam menunjukkan pukul 12 malam. pastilah keluargaku sudah tidur sekarang. Aku membuka Iphooneku dan betapa terkejutnya aku saat melihat ada 8 pesan masuk yang menunggu.

hehe.

segera aku buka pesan itu satu persatu.

From : Ryeongwookie
Hyung! aku dengar dari Donghae hyung kau akan mendonasikan Ddangkoma besok. Kenapa begitu mendadak? Kenapa tidak menunggu kepulangan kami dari Taiwan dan bersama-sama mendonasikan Ddangkoma u.u?

From : Lee ya dong-.-
Yesung hyung… kau serius dengan tidakanmu itu? yasudahlah… salam saja dariku untuk Ddangkou <3

From : Heechul Hyung
Eh, jadi kau benar-benar akan mendonasikannya? haha kuucapkan selamat pada Ddangkoma^^ lalalala^^ kkk~

From : Sungmin prikitiew-_-
Hyung, aku dengar dari Donghae. Benarkah hyung akan mendonasikannya? jangan lakukan itu jika hyung tidak yakin.

From : Siwon of light
Good night hyung, aku dengar kau akan mendonasikan Ddangkoma. Aku akan berdoa semoga Ddangkoma beralih ke tangan yang tepat. Titip slamku pada Ddangkoma. God Bless you.

From : Shin  Dong Dong Hee
aku turut prihatin. Tapi kau kan sudah punya gantinya *lirik Kkoming*

From : King of Fish
Yesung hyuuuuuunggg, apa benar yang kau katakan di sukira tadi? aigooo…. aku kaget. hyung aku mencintai Ddangkoma. Kirimkan Cintaku padanya, suruh dia menelponku sekarang… sekarang~ <3 <3 <3

From : MagnaeKyu
Selamat menempuh hidup baru, Ddangkoma. Fin.

Aku meletakkan Iphone di kasur. Lihat Ddangkoma begitu banyak orang yang mencintaimu. Aku berusaha memejamkan mataku. Tapi nihil, akupun berjalan ke arah aquarium Ddang sisters.Aku memandang mereka bertiga. terutama pada kura-kura yang paling besar itu. cantik… Walaupun dia hanya seekor kura-kura tetapi dia adalah kura-kura yang begitu cantik yang pernah aku temui. Aku memegang pipiku tak terasa air mataku kini perlahan menetes. Ah… aku tidak boleh cengeng seperti ini.

“Maafkan aku, jeongmal mianhaeyo Ddangkoma” ucapku lirih ke arahnya yang sedang terlelap sambil menunduk dalam-dalam.
“Ddangkoma, Kumohon jangan membenciku” sambungku lagi masih dalam keadaan menangis.

Yesung’s POV End
~~~
Ddangkoma’s POV

Suara tangisan itu membuatku terbangun. Sayup-sayup aku melihat seorang manusia yang sedang menangis di depan aquarium yang aku pijaki ini. Itu Yesung oppa.
“Maafkan aku, jeongmal mianhaeyo Ddangkoma” katanya sambil tertunduk menangis. “Ddangkoma, Kumohon jangan membenciku” sambungnya.
Aku tahu kenapa dia melakukan ini padaku. Aku akan didonasikan, dan waktunya adalah besok. Yesung oppa jika kau berpikir bahwa ini memang yang terbaik bagiku maka aku akan menerimanya. Tapi oppa, aku sama sekali tidak marah padamu ataupun membencimu. Oppa… haruskah aku ada dalam wujud manusia untuk berkata ini padamu. Aku menyayangimu oppa… Bahagialah jika memang kau ingin aku bahagia.

Sekarang Yesung oppa kembali ke ranjangnya dan mulai tertidur disana. Dia pasti sangat kelelahan. Yesung oppa, rasanya aku ingin sekali mengucapkan rasa terimakasihku padamu sebelum aku berpindah tangan. Sayangnya aku hanya seekor kura-kura, aku bukan manusia yang dapat berbicara dengannya.

Sebuah cahaya muncul memekakkan mataku hingga aku harus berkedip berulang kali. Kini seorang wanita memakai gaun putih dan sebuah renda tipis di kepalanya muncul di hadapanku. hah? apa lagi ini?

“Hollaaaaa…” Serunya girang. aku tidak menjawabnya. hei siapa kamu?
“Haha, kau tidak perlu takut denganku Ddangkoma. Aku adalah seorang malaikat yang diturunkan ke bumi untuk membantumu” katanya. Apa? malaikat? tidak mungkin. Dia bahkan tidak terlalu cantik untuk ukuran malaikat.

“Eitsss… jangan menghinaku ya kura-kura kecil… aku bisa membaca pikiranmu” serunya. Wowww… membaca pikiran?!. Baiklah-baiklah aku percaya.
“Lalu untuk apa kau datang kemari?” tanyaku dengan bahasa kura-kura tentunya. Dia seorang angel, dia pasti mengerti semua bahasa di dunia ini.
“Ya! aku kan sudah bilang, aku datang untuk membantumu” jawabnya agak kesal.
“Eh? membantu dalam?” tanyaku lagi. Dia berdecap malas.
“Kau memiliki  kesempatan untuk menjadi seorang manusia” katanya yang kini membuat mataku seakan jatuh dari tempatnya.
“JINJA?” kagetku. Dia menggerakan jari telunjuknya kekiri dan ke kanan “Eits… tapi jangan senang dulu. Kamu tidak dapat menjadi manusia  di kehidupan nyata dan kamupun juga akan diberi waktu saat menjadi seorang manusia” jelasnya.

Aku mendesah agak kecewa.
“Kenapa seperti itu?” keluhku, dia tertawa. “Hei! bukannya tujuanmu adalah dapat berbicara dengannya dengan cara apapun?” katanya sambil menatapku

“Aku akan memasukkanmu ke dalam mimpinya, karena itu adalah tugasku sebagai dreamo angel. Dan waktumu hanya 3 jam” sambungnya. Kami saling menatap satu sama lain.

“Bagaimana? kau bersedia?” tawarnya di barengi sebuah smirk.

“Hei, kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya”

Ddangkoma’s POV End

~~~

“Yesung oppa” suara seorang gadis terdengar begitu lembut di telinga Yesung dan membuatnya terjaga dari tidurnya. Dengan perlahan Yesung membuka matanya dan terkejut. Di depannya sudah berdiri seorang gadis yang membawakan sebuah nampan yang berisi sepiring sandwich dan segelas susu. Gadis itu adalah Ddangkoma yang berubah menjadi seorang manusia. Tapi yesung belum menyadarinya.
“Ini makanlah” ujar ddangkoma sambil memberikan sepiring sandwich itu ke Yesung. Yesung menurut lalu memakannya sambil terus matanya tak lepas pada Ddangkoma dalam wujud manusia itu.

“Eh, siapa?” tanya Yesung saat sudah menyantap sandwichnya. Ddangkoma tersenyum kecut, Yesung tidak mengenalinya secara langsung.
“Minum ini, setelahnya mandi dulu. Nanti akan kuberitahu” Kata Ddangkoma. Yesung seakan-akan tersihir dan menurut saja. Dia meminum segelas susu tersebut dan segera melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi yang ada di kamarnya tersebut.

Yesung sudah menyelesaikan mandinya dan sekarang dia keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang lengkap. Matanya langsung tertuju pada seorang gadis yang terduduk tenang di pinggir ranjangnya. “Siapa dia?” batinnya.
“Ah sudah selesai” Ddangkoma melihat Yesung yang keluar dari kamar mandi. “Beritahu aku, siapa kau?” tanya Yesung sopan pada gadis yang berdiri di depannya kini.

“Hei oppa ini aku Ddangkoma!” batin Ddangkoma agak kesal karena

Yesung masih tetap tidak mengenalinya. Suasana menjadi hening karena tak ada sautan dari Ddangkoma. Tiba-tiba Yesung berteriak.
“AH!!! Ddang sisters dan Kkoming. aku harus membangunkan mereka” Yesung segera berlari ke arah aquarium Ddang sisters, dan tentu saja matanya langsung mendelik saat mendapati aquarium Ddang sisters kosong. Lalu dia berjalan ke Tempat tidur anjing milik Kkoming, Hal yang sama terjadi, Kkoming tidak ada.

“Oh, mungkin mereka di kamar Jongjin” kata Yesung agak panik. Lalu segera keluar kamarnya untuk mengecek. Sedangkan Ddangkoma hanya mengikuti langkah Yesung dari belakang.
“Jongjin? Umma? Appa?” panggil Yesung setengah berteriak. Beberapa kali dia memanggil tetapi tak ada seorangpun yang menjawabnya. Yesung mulai benar-benar panik. Dia segera menyusuri ruang demi ruang di apartementnya, tapi hasilnya nihil. Hanya ada gadis asing itu yang sekarang berada di belakangnya, tak ada yang lain. Pikirannya mulai macam-macam, dia takut keluarganya telah dicuri oleh ufo-.-.

“Katakan padaku! Dimana kau menyembunyikan keluargaku ha? Apakah ini Reality show mendadak? Pasti ada kamera tersembunyi disini! Teuki hyung! Ayo keluar jangan mempermainkanku dengan mengirim gadis iniiiii!” kata Yesung benar-benar panik. Ddangkoma tertawa melihat kelakuan aneh sang majikan tersebut. Ddangkoma berjalan mendekati Yesung, tapi Yesung justru semakin mundur ke belakang menghindarinya.

“Oppa, ini bukan permainan. Tidak ada show mendadak disini, tidak ada leeteuk oppa ataupun kamera tersembunyi” ujar Ddangkoma, Yesung menghentikan langkahnya. mengerutkan dahinya rapat-rapat.
“Tidakkah kau mengenaliku oppa?” tanya Ddangkoma. Yesung menggeleng perlahan. “Matanya begitu familiar tapi tetap saja dia pasti mahluk aneh atau hantu yang telah menculik keluargaku” batin Yesung dengan penuh curiga.
“Aish… padahal ini kesempatan aku dapat berdua saja denganmu. Aish….” desah Koma kesal yang semakin membuat Yesung curiga. Ddangkoma tertawa.
“Oppa~ keliling kota yuk^^” Ddangkoma menggandeng lengan Yesung dan mengajaknya keluarnya apartementnya.
Diluar, tak ada satu orangpun yang terlihat mondar-mandir seperti biasanya. Hanya ada mereka berdua. Mata Yesung melotot tak percaya melihat keadaan kota seoul yang seperti kota tak berpenghuni.
“Kenapa sepi sekali?” Tanya Yesung menatap kanan dan kiri jalan.
“Karena kita!” Saut Ddangkoma yang masih menggandeng lengan Yesung mesra.
“Ha? Mworagooo?” Tanya Yesung Kembali dengan logat bingung.
“Ck… sudahlah. Ini semua sudah dirancang untuk kita berdua. Lagipula aku tidak akan menghapuskan waktuku yang hanya 3 jam untuk menceritakan awal mula semua menjadi seperti ini. Pokoknya ini semua karena kita” Ddangkoma berjalan sambil masih melekatkat tangannya di lengan Yesung, Yesung mengikutinya. Ddangkoma menghentikan langkahnya saat tepat di depan sebuah toko hewan.

“Oppa, kau ingat tempat ini?” Tanya Ddangkoma pada Yesung. Yesung terdiam dan menatap toko hewan itu datar.
“Aku berterimakasih pada Heechul oppa, jika bukan karena dia. Pastilah aku tidak berada disisimu sekarang” terang Ddangkoma.
“Kenangan, tempat ini adalah kenangan pertama yang akan ku ingat semasa hidupku. Tempat ini adalah tempat dimana aku kecil bertemu pangerannya. Pangeran yang selalu merawatnya dengan sepenuh hati hingga sekarang. Pangeran…” Ddangkoma melirik ke arah Yesung, berharap Yesung akan mengerti petunjuknya. Tapi Yesung masih mengawasi toko hewan tersebut dengan datarnya. Pikirannya entah melayang dimana, mungkin dia masih syok dengan kejutan-kejutan yang diterimanya lalu.
“Jadi oppa seharusnya sekarang kau tahu siapa aku” seru Ddangkoma pada Yesung. Yesung menggeleng lagi. “Hmm…” Ucap Ddangkoma masih kecewa.
“Sudahlah, kajja oppa! aku ingin bermain ayunan itu” tunjuk Ddangkoma pada ayunan yang terletak di sebuah taman kecil  tak jauh dari toko hewan itu.

~~~
Aku berjalan sambil menggandeng lengan Yesung oppa, dia masih belum tahu siapa aku. Mungkin karena dia memang kaget karena kejadian yang tadi, tentang Ddang sisters, Kkoming, Keluarganya dan seluruh penduduk kota ini menghilang.
Kami berhenti pada sebuah ayunan yang aku tunjuk tadi. Akupun menaiki ayunan itu perlahan.
“Oppaaaa… siniiiiii…” seruku pada Yesung oppa yang mematung tak jauh dari tempat aku berdiri. Dia menghampiriku.

“Oppa~ dorong ayunannya~” pintaku manja padanya dan lagi-lagi dia menurut.
“Ini pasti mimpi, ini mimpi” Ucapnya saat ia sedang mendorong ayunanku.
“Eh?” sautku. “Pasti aku hanya bermimpikan?” Tanyanya padaku. Aku menunduk lesu mendengarnya.
“Tapi ini mimpi yang nyata untukku” gumamku sendiri.
Teng… Teng… Teng… sebuah bunyi seperti lonceng membuyarkan kami. Bunyi  yang menandakan bahwa sebentar lagi waktuku akan habis.

“Oppa, ada yang ingin aku bicarakan denganmu” mendengarnya Yesung menghentikan mendorong ayunanku.
“Bicara apa?” tanyanya bingung. “Kita duduk disana dulu yuk” kataku lalu menggandeng lengannya. Kini kami duduk bersama di sebuah kursi kayu lonjong yang terdapat di taman kecil tersebut. Aku merapatkan jarakku dengannya, masih menggandeng lengannya dan menyandarkan kepalaku pada bahunya. Kulihat dia nampak gugup kuperlakukan seperti ini.

“Oppa” panggilku, “Nde?” sahutnya. Aku tersenyum.
“Ehmm… apa oppa tahu siapa aku?” dia menggeleng.
“Benar-benar tidak tahu?” dia mengangguk.
“Oppa!!!” bentakku, dia terkejut lalu menunduk. “Ahhh kepalaku berasa sakit” katanya memegang kepalanya.
“Oppa, aku kesal denganmu! kau tidak seharusnya tidak mengenalku! apakah kau benar-benar ingin melupakanku?!”
“Mollayo! kau begitu bertele-tele. Kenapa kau tidak langsung saja beritahu aku siapa kau, darimana kau, dan apa sebenarnya ini?! Kau pikir aku senang diperlakukan seperti ini? Kau tahu? aku sudah hampir gila gara-gara ini!!!” bentak Yesung bertubi-tubi padaku. Aku mematung dibuatnya.
Kulepaskan genggamanku dari lengannya. Aku menatap ke arah langit menahan air mataku yang hampir terjatuh.

“Mianhamnida” kata Yesung oppa kepadaku. “aku tak bermak….” kupotong kata-katanya.

“Aku begitu berterimakasih kepada tuhan, dia telah menciptakanku untuk ada di dunia ini. Tuhan telah mempertemukanku padamu dan kau mengenalkan begitu banyak orang padaku. Kau merawatku begitu baik hingga 2 tahun ini Yesung oppa. Kau memberikan beberapa pengalaman untukku. Walaupun kau membagi kasih sayangmu pada yang lain, yang membuat aku bukan satu-satunya untukmu. Tapi itu semua sudah cukup untukku. Bertemu denganmu dan melewati hari-hari bersamamu itulah adalah sebuah harga untukku” Yesung oppa melihatku heran.

“Oppa, kau sering bercerita denganku. Aku masih ingat saat kau mengangis tersedu-sedu ketika hangeng oppa telah mengambil jalannya sendiri. Aku menyesal tak dapat menghapus air matamu atau menghiburmu saat itu. Aku juga masih ingat saat kau melewati senyum-senyum terindah bersamaku. Kau bilang karena aku hanya dapat berkedip, itu membuatmu semakin bosan. Maaf… akukan hanya seorang…” Aku mulai menangis, yesung oppa seketika itu memelukku.
“Tidak mungkin, kau… Ddangkoma?” tanyanya sambil masih memelukku. Aku mengangguk di pelukannya.
“Oppa… kau benar-benar akan mendonasikanku? aku tidak ingin berpisah denganmu oppa… Andwae iks!!!” tangisku di dalam pelukkannya.
“Ini juga demi kebaikanmu Ddangkoma” balas yesung oppa. Aku melepaskan pelukannya. “Kebaikanku? Andwae!!! Kebaikanku, bukan berarti aku harus lepas darimu” belaku padanya, dia menggeleng. “Bukankah ada saatnya kita memiliki dan ada saatnya kita kehilangan?” kata Yesung oppa, aku menghapus air mataku.

“Kumohon, Kau sudah sangat besar. Kau sudah semakin dewasa. Aku tak mungkin terus mengekangmu untuk hidup ditempat aquarium sempit itu. Kau butuh habitatmu seharusnya” ucapnya lagi. “Tapi oppa…”
“Usssttt…. disana aku berharap kau akan lebih bahagia. Kau akan bertemu banyak lagi teman disana. Kau harus berbaur dengan mereka. Kau harus mencari pasangan hidupmu, Kura-kura jantan yang akan selalu melindungimu. Eh, kau harus punya banyak anak juga. selama 100 tahun kedepan, kau harus sehat selalu dan jangan melupakanku” Pinta Yesung oppa. Kata-katanya begitu tulus. Aku memeluknya dan menangis sekencang-kencangnya di dadanya.

“Oppa, saat aku tidak lagi berada disisimu. Aku harap kau akan leih tegar kau akan lebih hebat. Ingat oppa, kau masih memiliki Komi, Komaeng dan Kkoming. Jagalah mereka dengan baik” pintaku.
“Arraseo…” ucapnya lirih. Aku mendongakkan tubuhku. Lalu aku mencium Yesung oppa. Dia sontak kaget.

Aku melepaskan ciumanku. Kulihat pipinya basah gara-gara air mataku. Aku tersenyum padanya.
“Itu hadiah untukmu”

Teng… Teng… Teng… suara lonceng itu kembali berbunyi, menandakan waktuku untuk menjadi seorang manusia telah habis.

Ddangkoma’s POV End

~~~

Yesung POV

Krrriiiingggggggggggggggggggggggggg….
Jam bekerku berbunyi, aku segera membuka mataku secepatnya. Aku bangun dari tidurku. “Mimpi?” ucapku bingung. Aku meloncat ari ranjangku dan menghampiri aquarium Ddang sisters, kulihat langsung pada Ddangkoma. Dia masih tertidur.
Aku berjalan di sekitar kamarku. Sesekali memukul-mukuli sendiri kepalaku. “Apa benar itu mimpi?” gumamku sendiri. Kini kupegang pipiku, kulihat ada cairan bening yang menempel disana. Itu jelas bukan air liurku tetapi air mata. Air mata Ddangkoma yang menempel karena… Wajahku memerah, sekarang peganganku beralih ke bibir. Kami baru saja berciuman?!

“Hyung!” teriak Jongjin diluar kamar saat aku telah menyelesaikan mandiku dan sudah memandikan Ddang sisters dan juga Kkoming. Akupun segera keluar dari kamarku. Disana terlihat seorang bibi yang memakai baju dan celana hijau layaknya seorang pawang. Hari ini aku memang berniat untuk mendonasikan Ddangkoma. Aku mendonasikannya di seuah penangkaran kura-kura yang tergolong penangkaran kecil. Aku memberikan sebuah kotak besar yang berisikan Ddangkoma kepada bibi itu. Sebelumnya, aku tersenyum pada isi kotak tersebut.

“Tolong rawat dia dengan baik” kataku pada bibi itu. Bibi itu hanya mengangguk.
Setelahnya, bibi itupun membawa pergi Ddangkoma dari tempat ini. Kututup pintu apartementku. aku membalik dan melihat Komi, Komaeng dan Kkoming menungguku untuk bermain bersama. Aku harus ingat pesan Ddangkoma. Dan Ddangkoma, kau jangan melupakan pesanku.

Yesung notes for Ddangkoma :
“Kura-kura berumur panjang…Kuharap Ddangkoma akan datang ke pemakamanku.”
“Tak peduli seberapa besar dirimu, seberapa cepat kau tumbuh,aku akan menjagamu, aku akan merawatmu, karena kau

bagian hidupku , Ddangkoma“

—END—
~~~

annyeong^^ ini author sunmiwook.  Maaf banget baru bisa uplod ff ini semua dikarenakan jadwal sekolah saya, yang harus mulai jam 7 pagi dan pulang jam setengah 5 udah gitu tugas numpuk lagi #authorcurcol. Dan maaf juga ffnya ga memuaskan. Tapi kritik dan saran sangat saya harapkan~ dan buat readers setia SiM yang lagi UN sukses ya^^ Do the best^^~

About these ads

20 responses

  1. hoaa hoa hoa..endingnya sedih..cuman pas tengahnya ngakak guling guling baca sms yang masuk ke hp yesung..hahahah..
    sungmin prikitiwwwwwwwwww!!!

  2. “From : MagnaeKyu
    Selamat menempuh hidup baru, Ddangkoma.
    Fin.”
    NGAKAK WAKAKAKA
    aaah jadi sedih inget ddangkoma T.T

  3. eh komenku gak masuk ya? grrr… -___-

    ddangkomaaaaaa *stres tingkat dewa* kamu jadi peliharaan Thomas dan Cherry aja deh daripada di donasikan… kalo sama Lau Family pasti dirawat dengan baik… cangkangmu dimana, badan halusmu dimana… -___-V *piss*

  4. lucu…
    d liat dr jdul’y ja udh kcium klo majikn ma piaraan sma” aneh. haha
    tp ujungnya???
    bnjir kmar w banjir.*haha lebay modeon*
    daebak lah bwt author. coba klo kura” d hoz ku jg bs jd mnusia,
    bkal aku jitakin dia krn sering bgt ngompol klo lg main ma w.

  5. author unnie.. ceritanya keren bgt lhoo.. aku nangis pas baca yesung’s note di bagian akhir itu.. apalagi pas bagian “kuharap ddangkoma datang ke pemakamanku” jadi inget sama kura2ku sendiri.. trus message2 dari suju oppadeul juga lucu bgt.. tapi klo ngambil ide ceritanya dari kehidupan aslli jadi lebih gampang ngebayanginnya yaa..

    keep it up!! author unnie hwaiting~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s